Kamis, 27 Oktober 2016

pengertian akhlak

    Pengertian Ahklak
Manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani, di dalam kehidupannya ada masalah material (lahiriah), spiritual (batiniah) dan akhlak. Ketika seeorang tidak mempunyai unsur rohani maka dia akan mati, sebaliknya apabila tidak mempunyai jasmani maka tidak dapat disebut manusia. Dan sejalan dengan kehidupan tersebut, problema yang bersifat material tidak bersifat tetap. Seperti ketika manusia menginginkan sesuatu yang bersifat materi maka ketika ia mendapatkannya bukan kepuasan yang dirasakan, mungkin puas tapi hanya sementara, setelah itu ia akan merasa kurang sehingga akan terus mencari-cari untuk memenuhi kebutuhan itu. Namun hal itu dapat diminimalisir dengan adanya unsur spiritual yang dapat membendung dan dapat memberi batasan-batasan akan hal yang baik dan yang buruk.Tindakan untuk memenuhi kebutuhan itu dapat juga dinamakan akhlak ketika berhubungan dengan agama.
Akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq yang mempunyai arti budi pekerti, perilaku atau tabiat. Berakar dari kata khalaqa  (menciptakan), khaliq (pencipta), makhluq (yang diciptakan) dan khalq (penciptaan). Dengan akar yang sama maka dapat dihubungkan sehingga mempunyai arti, tindakan atau perilaku yang ditimbulkan dari akhlak ini ada hubungannya dengan sang khaliq yaitu Allah swt. Maka, ukuran baik dan buruknya itu sudah ada aturannya dari Allah swt (Al-qur’an dan Hadits).
Sedangkan akhlak menurut istilah, banyak sekali yang mendefinisikannya.Disini kami hanya mengambil beberapa tokoh saja untuk kami ambil pengertiannya.Pertama dari imam Al-ghazali, beliau berpendapat dari kitab ulumuddin, akhlak adalah suatu gejala kejiwaan yang sudah mapan dan menetap dalam jiwa, yang dari padanya timbul dan terungkap perbuatan dengan mudah, tanpa mempergunakan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Kemudian menurut Abdul Hamid yang mengatakan bahwa akhlak merupakan ilmu tentang keutamaan yang harus dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi dengan kebaikan dan tentang keburukan yang harus dihindarinya sehingga jiwanya kosong dari segala bentuk keburukan.
Bertolak dari dua pendapat tadi maka dapat ditarik benang merahnya, bahwa akhlak itu adalah suatu bentuk pengaplikasian atau perilaku yang kita keluarkan tanpa berfikir terlebih dahulu baik atau buruknya dilihat nanti ketika kita sudah malakukan perbuatan tersebut.
Akhlak itu diharus sudah dilakukan dengan sering atau terbiasa, jika hanya dilakukan satu atau dua kali itu tidak dapat dikatakan akhlak.Aristoteles menguatkan bentukan akhlak dari adat dan kebiasaan yang baik, yakni dalam membentuk akhlak yang baik dan terus-menerus. Sebagaiman pohon dengan buahnya, demikian juga akhlak yang baik akan diketahui dengan perbuatannya.

Akhlak itu akan dapat dinilai baik ketika terlihat ataupun ketika tidak terlihat, maka hal yang sudah kita lakukan akan berbuah penilaian dari Allah dan orang-orang disekitar kita akan menilai baik ataukah buruk hal yang kita lakukan, tentunya dengan patokan baik dan buruk dari kitabballah.

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html