Senin, 13 April 2020
Sabtu, 29 Oktober 2016
Rumus matematika untuk mencari jodoh dalam islam
mungkin selama ini kita hanya beranggapan bahwa rumus matematika hanya bisa digunakan dalam sebuah pendidikan dan untuk menyelesaikan suatu kegiatan manusia seperti perdagangan,pembuatan bangunan dll. tapi teman-teman ada yang berbeda nih yaitu rumus matematika untuk mencari pasangan hidup menurut pandangan islam,yang pertama pastikan orangnya hidup, hehe bercanda,,
berikut ulasannya:
1. ibaratkan seorang wanita atau pria muslim itu sebuah angka 1,
2. kemudian jika pria atau wanita ini memiliki kelebihan lain yaitu seperti memiliki
wajah yang cantik atau tampan, maka ibaratkan dengan angka 0.
3. jika orang tersebut memiliki kelebihan lain seperti kaya dan memiliki asal usul keturunan yang
yang baik, maka ibaratkan lagi dengan angka 0.
nah untuk mencari jodohnya,yang pertama carilah wanita atau pria yang muslim dan kau akan mendapatkan angka 1,jika dia memiliki beberapa kelebihan tambahkan angka 0 dibelakangnya ,contoh : ia muslim,cantik,baik,kaya dan memiliki asal usul keturunan yang baik, maka akan bernilai 10000, maka kesimpulannya carilah pasangan hidup yang memiliki nilai 1 diawal terlebih dahulu. karena jika ia memiliki seberapa banyaknya angka 0 maka dia tidak akan berarti jika tidak memiliki angka 1.
Kamis, 27 Oktober 2016
pengertian akhlak
Pengertian Ahklak
Manusia terdiri dari
unsur jasmani dan rohani, di dalam kehidupannya ada masalah material
(lahiriah), spiritual (batiniah) dan akhlak. Ketika seeorang tidak mempunyai
unsur rohani maka dia akan mati, sebaliknya apabila tidak mempunyai jasmani
maka tidak dapat disebut manusia. Dan sejalan dengan kehidupan tersebut,
problema yang bersifat material tidak bersifat tetap. Seperti ketika manusia
menginginkan sesuatu yang bersifat materi maka ketika ia mendapatkannya bukan
kepuasan yang dirasakan, mungkin puas tapi hanya sementara, setelah itu ia akan
merasa kurang sehingga akan terus mencari-cari untuk memenuhi kebutuhan itu.
Namun hal itu dapat diminimalisir dengan adanya unsur spiritual yang dapat
membendung dan dapat memberi batasan-batasan akan hal yang baik dan yang
buruk.Tindakan untuk memenuhi kebutuhan itu dapat juga dinamakan akhlak ketika
berhubungan dengan agama.
Akhlak merupakan bentuk
jamak dari khuluq yang mempunyai arti budi pekerti, perilaku atau tabiat.
Berakar dari kata khalaqa (menciptakan), khaliq (pencipta), makhluq (yang
diciptakan) dan khalq (penciptaan). Dengan akar yang sama maka dapat
dihubungkan sehingga mempunyai arti, tindakan atau perilaku yang ditimbulkan
dari akhlak ini ada hubungannya dengan sang khaliq yaitu Allah swt. Maka,
ukuran baik dan buruknya itu sudah ada aturannya dari Allah swt (Al-qur’an dan
Hadits).
Sedangkan akhlak menurut
istilah, banyak sekali yang mendefinisikannya.Disini kami hanya mengambil
beberapa tokoh saja untuk kami ambil pengertiannya.Pertama dari imam
Al-ghazali, beliau berpendapat dari kitab ulumuddin,
akhlak adalah suatu gejala kejiwaan yang sudah mapan dan menetap dalam jiwa,
yang dari padanya timbul dan terungkap perbuatan dengan mudah, tanpa
mempergunakan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Kemudian menurut Abdul
Hamid yang mengatakan bahwa akhlak merupakan ilmu tentang keutamaan yang harus
dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi dengan kebaikan dan
tentang keburukan yang harus dihindarinya sehingga jiwanya kosong dari segala
bentuk keburukan.
Bertolak dari dua
pendapat tadi maka dapat ditarik benang merahnya, bahwa akhlak itu adalah suatu
bentuk pengaplikasian atau perilaku yang kita keluarkan tanpa berfikir terlebih
dahulu baik atau buruknya dilihat nanti ketika kita sudah malakukan perbuatan
tersebut.
Akhlak itu diharus sudah
dilakukan dengan sering atau terbiasa, jika hanya dilakukan satu atau dua kali
itu tidak dapat dikatakan akhlak.Aristoteles menguatkan bentukan akhlak dari
adat dan kebiasaan yang baik, yakni dalam membentuk akhlak yang baik dan terus-menerus.
Sebagaiman pohon dengan buahnya, demikian juga akhlak yang baik akan diketahui
dengan perbuatannya.
Akhlak itu akan dapat
dinilai baik ketika terlihat ataupun ketika tidak terlihat, maka hal yang sudah
kita lakukan akan berbuah penilaian dari Allah dan orang-orang disekitar kita
akan menilai baik ataukah buruk hal yang kita lakukan, tentunya dengan patokan
baik dan buruk dari kitabballah.

